Satu Tahun Beraksi, Saatnya Bergerak Lebih Kuat: Gerakan Rakyat Kalteng Teguhkan Komitmen Hijau untuk Kalimantan Tengah

Satu tahun adalah tonggak awal yang menentukan arah perjalanan sebuah organisasi. Bagi Gerakan Rakyat Kalimantan Tengah, usia pertama bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan momentum untuk menegaskan identitas: hadir, bekerja, dan memberi dampak nyata. Dalam realitas sosial hari ini, masyarakat tidak lagi menilai organisasi dari seberapa indah narasinya, tetapi dari seberapa konkret kontribusinya.

Karena itu, peringatan hari jadi pertama tidak diisi dengan seremoni yang hampa makna. Gerakan Rakyat Kalteng memilih langkah strategis yang relevan dengan kondisi daerah: aksi penghijauan melalui gerakan tanam pohon. Pilihan ini mencerminkan kesadaran bahwa tantangan terbesar Kalimantan Tengah saat ini bukan hanya persoalan ekonomi dan sosial, tetapi juga krisis lingkungan yang semakin terasa dampaknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman banjir di berbagai wilayah semakin meningkat. Curah hujan tinggi yang seharusnya dapat dikelola secara alami justru berubah menjadi bencana. Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya tutupan hutan akibat alih fungsi lahan, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, serta minimnya rehabilitasi ekosistem. Ketika vegetasi hilang, tanah kehilangan kemampuan menyerap air. Akibatnya, limpasan permukaan meningkat dan risiko banjir pun tak terhindarkan.

Kalimantan Tengah dikenal sebagai salah satu paru-paru Indonesia dengan kekayaan hutan tropisnya. Hutan bukan sekadar aset ekonomi, melainkan sistem penyangga kehidupan. Ia menjaga keseimbangan air, menyerap karbon, serta melindungi tanah dari erosi. Namun ketika tekanan terhadap hutan semakin besar, keseimbangan tersebut terganggu. Dalam situasi seperti ini, sikap pasif bukanlah pilihan. Dibutuhkan gerakan kolektif yang berani dan konsisten.

Gerakan Rakyat Kalteng menjawab tantangan tersebut melalui aksi nyata. Program “Satu Orang Satu Pohon” menjadi simbol komitmen sekaligus strategi perubahan. Konsepnya sederhana: setiap kader dan masyarakat diajak menanam serta merawat minimal satu pohon. Namun di balik kesederhanaannya, terdapat kekuatan besar. Jika ribuan orang bergerak bersama, maka ribuan pohon akan tumbuh sebagai benteng alami yang memperkuat ketahanan lingkungan.

Pendekatan partisipatif ini memiliki nilai strategis. Perubahan yang bersifat top-down sering kali tidak bertahan lama. Sebaliknya, perubahan yang tumbuh dari kesadaran individu akan lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, gerakan ini tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis.

Secara ilmiah, penghijauan adalah solusi berbasis alam yang efektif. Akar pohon meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah dan mengurangi potensi erosi. Kanopi pepohonan membantu menstabilkan suhu dan memperbaiki kualitas udara dengan menyerap karbon dioksida. Dalam jangka panjang, peningkatan tutupan vegetasi akan menjaga ketersediaan air tanah dan menekan risiko bencana hidrometeorologi. Artinya, setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi untuk keselamatan dan kesejahteraan esok hari.

Momentum satu tahun ini sekaligus menjadi refleksi atas arah gerakan ke depan. Organisasi yang ingin relevan harus mampu menjawab persoalan riil masyarakat. Gerakan Rakyat Kalteng menunjukkan bahwa komitmen terhadap lingkungan bukan sekadar isu tambahan, tetapi bagian inti dari visi pembangunan berkelanjutan. Penghijauan dipilih karena dampaknya nyata, terukur, dan langsung dirasakan masyarakat.

Selain aksi tanam pohon, kegiatan sosial yang menyertai peringatan hari jadi memperlihatkan kepedulian yang menyeluruh. Solidaritas terhadap warga dan penguatan kaderisasi menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Organisasi yang kuat secara internal akan lebih siap menjaga konsistensi program dan memperluas dampaknya.

Ke depan, tantangan lingkungan tidak akan semakin ringan. Perubahan iklim global, tekanan pembangunan, dan kebutuhan ekonomi akan terus menguji ketahanan ekosistem daerah. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Keterlibatan sekolah, komunitas pemuda, kelompok tani, serta pelaku usaha lokal akan memperluas jangkauan gerakan dan memperkuat legitimasi sosialnya.

Bayangkan dalam beberapa tahun mendatang, ribuan pohon yang ditanam hari ini tumbuh menjadi ruang hijau yang produktif. Wilayah yang sebelumnya rawan banjir berubah menjadi kawasan yang lebih stabil. Kualitas udara membaik, cadangan air terjaga, dan masyarakat merasakan manfaat nyata. Semua itu tidak lahir dari wacana, melainkan dari keputusan untuk bertindak bersama.

Satu tahun perjalanan telah menjadi fondasi yang kokoh. Namun fondasi saja tidak cukup. Konsistensi, disiplin, dan komitmen jangka panjang adalah kunci keberhasilan. Gerakan yang berhenti pada momentum peringatan akan kehilangan relevansi. Sebaliknya, gerakan yang terus bergerak akan tumbuh menjadi kekuatan perubahan.

Pada akhirnya, kredibilitas dibangun dari aksi, bukan janji. Gerakan Rakyat Kalimantan Tengah telah menunjukkan bahwa langkah sederhana—menanam satu pohon—dapat menjadi awal transformasi besar. Menanam hari ini berarti menjaga kehidupan esok hari. Dan ketika komitmen itu dijalankan bersama, Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang lebih hijau, lebih tangguh, dan lebih sejahtera bagi generasi mendatang.